1001 Hobi dan 1 Bakat

by 10:16 AM 0 comments

Saya memiliki hobi yang banyak. Hobi pertama saya adalah membaca buku. Orang tua saya memiliki lemari buku tinggi dengan ratusan buku berdebu di dalamnya; dikarenakan sibuk mengurus saya dan adik adik saya, acap kali buku buku tersebut tak tersentuh. Saya tidak begitu tertarik bermain dengan teman sebaya saya saat saya masih kecil, karena saya tidak memiliki pengalaman dan lingkungan yang sama dengan mereka saat pertumbuhan. Saya dilarang menonton sinetron, drama cinta, dan tontonan tontonan lainnya yang umumnya ditonton. Maka, saya melarikan diri ke dunia imajiner yang saya dapatkan dari buku.

Awalnya, saya senang membaca buku fiksi ringan. Seperti kumpulan cerpen dan cerita anak. Lama kelamaan, saya menganggap hal tersebut repetitif dan mulai diam diam membaca buku dengan rating yang tidak sesuai. Saya mulai membaca buku remaja dengan bumbu bumbu cinta, buku misteri dengan adegan kekerasan, buku buku seperti itu. Tak lama, saya kehabisan buku untuk dibaca. Maka, saya merambat membaca buku buku yang bersifat ilmiah dengan topik bahasan yang lebih ‘berat’. Saya membaca buku panduan tipografi, buku cara mengurus jenazah, buku sirah Islam tentang kehidupan nabi. Dari situ, mulailah tumbuh cinta saya kepada ilmu pengetahuan. Saya senang mengetahui hal baru.

Karena kecintaan baru saya itu, ketika suatu hari ayah saya mengajak saya untuk memperbaiki bagian komputernya, saya dengan senang hati memperhatikan. Saya dikenalkan dengan internet dari usia muda, dan ayah saya mengajarkan saya untuk menggunakan keyword yang tepat dalam pencarian. Saya pun mulai tertarik dengan dunia perkomputeran dan dunia maya dan menggelutinya hingga saya sempat menjadi blogger di umur saya yang masih 10 tahun. Saya membuat blog tersebut sendiri tanpa bantuan siapa siapa, hanya bermodalkan pencarian internet.

Saya dikenalkan dengan tontonan asing saat saya kelas 6 SD. Saat itu, sedang marak tentang rilisnya tayangan animasi dari Jepang tentang dunia semasa kehancuran yang melibatkan raksasa. Saya mendapati bahwa saya menikmati tontonan tersebut karena formatnya yang unik dan baru di mata saya. Maka dari situ, saya mulai menggeluti hobi baru saya: menggambar.

Gambar pertama saya jelek, tentu saja. Tidak ada bedanya dengan gambar anak kelas 6 yang lainnya. Namun, saya tidak menggambar dengan dasar kompetisi, melainkan saya menggambar karena saya mendapatkan kesenangan dari kegiatan itu. Saya pun mengikuti ekstrakulikuler mading di sekolah, supaya saya dapat memajang gambar saya yang saya banggakan untuk dilihat orang lain. Tanpa disangka, saya pun mulai menggemari dunia jurnalistik. Saya mulai menulis cerita dan artikel dan mempostingnya di blog saya, yang sebelumnya hanya saya isi cerita keseharian saya saja. Saya menambahkan gambar saya sendiri sebagai ilustrasi.

Lama-lama saya bosan. Saya jenuh dengan aktivitas saya yang itu itu saja. Maka saya memutuskan untuk belajar memasak dan membuat kue. Saya sering membagikan hasil masakan saya untuk teman teman sekelas dan keluarga saya. Karena saya senang membaca resep dan melihat gambar gambar makanan yang mendampinginya, maka saya pun menulis resep kue di blog saya, dengan maksud meniru resep resep pada majalah. Hahaha.

Hobi saya masih banyak sekali. Saya pernah belajar merajut, menyulam, menjahit, mendesain perabot rumah, fotografi, merakit furniture, scrapbooking, hingga hobi hobi trivial seperti tidur. Saya senang melakukan hal baru tanpa paksaan dan kompetisi, dan saya tidak keberatan untuk membaginya dengan orang lain,

Lalu, apa bakat saya? Bakat saya satu saja. Saya berbakat untuk belajar. Tidak selalu dengan cara konvensional yang berarti akademik, tapi belajar dalam setiap hal yang saya sukai atau saya temui. Saya pun tidak takut untuk memulai hal baru. Saya menganggap bahwa setiap manusia punya kualitas dalam dirinya masing masing, yang hanya bisa terlihat ketika mereka berusaha untuk menggali dirinya sendiri. Saya sendiri menganggap bahwa hobi-hobi ini tidak dapat mengalahkan jumlah hobi baru dan hal hal baru di luar sana, yang jika saya diberi kesempatan, akan saya pelajari dan saya jadikan hobi baru saya sendiri.


Saya tidak melekatkan identitas saya ke salah satu kelebihan saya, tapi saya menjadikan kekurangan saya sebagai bagian dari diri saya yang selalu mencari dan mempelajari hal-hal baru. Saya berharap untuk kedepannya, saya selalu diberikan rasa ingin tahu dan kemampuan untuk mengejar keinginan saya, di manapun, dan kapanpun.  





Syafa Adiva

Junior High School Blogger

Halo, aku senang kalian berkunjung. Terima kasih sudah mau berkunjung dan membaca postinganku ^_^

0 comments:

Post a Comment